
DUNIABOLA_Nikita Mirzani ditunjuk sebagai duta layanan komunikasi Rutan Pondok Bambu oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas). Penunjukan ini dilakukan di tengah statusnya sebagai tahanan.
Peran Nikita sebagai duta layanan komunikasi diarahkan untuk mengedukasi soal kanal komunikasi resmi yang tersedia di rutan, sekaligus mempertegas larangan membawa dan menggunakan ponsel di lingkungan pemasyarakatan. Menurut Ditjenpas, keikutsertaan figur publik dapat memperluas jangkauan pesan kepada warga binaan maupun masyarakat.
Di sisi lain, kerja sama yang terjalin dinilai berjalan efektif karena adanya respons positif dari Nikita. Ditjenpas menyampaikan apresiasi dan harapan agar pengaruhnya sebagai figur publik dapat terus menghadirkan dampak konstruktif.
“Saya rasa ini kerja sama yang baik. Ide itu juga tidak akan terlaksana kalau tidak ditanggapi positif oleh Mbak Nikita. Karena itu kami berterima kasih kepada Mbak Nikita. Sebagai influencer, kami berharap Nikita terus memberikan pengaruh yang baik, baik kepada tahanan maupun narapidana di Rutan Pondok Bambu, serta kepada masyarakat di luar,” kata Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Rika Aprianti, di kantornya, Senin (3/8/2026).
1. Luruskan Anggapan Keliru di Masyarakat
Rika juga menjelaskan bahwa langkah tersebut sekaligus untuk meluruskan persepsi publik terkait larangan penggunaan ponsel, menyusul adanya unggahan di akun media sosial atas nama Nikita yang memunculkan anggapan bahwa ia masih dapat mengakses telepon genggam dari balik jeruji.
“Tapi dengan adanya cuitan itu, mindset masyarakat pasti berpikir, ‘Wah, pakai handphone nih Mbak Nikita’. Ini juga yang dilakukan oleh Kantor Wilayah untuk melindungi Nikita sendiri. Bahwa Nikita mengikuti aturan dan tidak menggunakan handphone,” ujar Rika.
Rika memastikan seluruh aktivitas di media sosial yang mengatasnamakan Nikita dilakukan oleh admin di luar rutan. Penegasan ini disampaikan untuk menghindari penilaian keliru bahwa Nikita mengakses telepon genggam selama menjalani masa penahanan.
Ia mengungkapkan keprihatinannya apabila unggahan di media sosial justru berujung pada spekulasi negatif terhadap kepatuhan Nikita terhadap aturan rutan.
“Kasihan Mbak Nikita. Dia tidak memakai handphone, tahu-tahu ada cuitan itu. Jadi seakan-akan Nikita tidak mematuhi aturan. Padahal tidak semua orang tahu bahwa akun tersebut dikelola admin,” ungkapnya.
2. Pentingnya Klarifikasi Terkait Nikita Mirzani
Rika menekankan pentingnya klarifikasi agar tidak muncul kesalahpahaman yang berpotensi merugikan. Ditjenpas menilai penyampaian informasi yang tepat akan melindungi individu yang menjalani masa penahanan serta menjaga kepercayaan publik terhadap sistem pengamanan yang diterapkan.
Ia menuturkan, “Jadi kenapa dikonfirmasi oleh pihak Kantor Wilayah? Agar tidak terjadi kesalahpahaman. Karena pihak yang mengatasnamakan Nikita di media sosial bisa saja merugikan Nikita sendiri,” jelasnya.
3. Nikita Mirzani Dinyatakan Taat Aturan
Ditjenpas menyatakan hasil pemeriksaan internal terkait penggunaan ponsel oleh Nikita menunjukkan tidak ada pelanggaran. Kepatuhan terhadap aturan rutan menjadi salah satu poin yang diapresiasi oleh jajaran pemasyarakatan.
“Dan berdasarkan hasil pemeriksaan itu memang nihil. Nikita juga mengikuti aturan dengan baik. Bahkan sempat menjadi duta layanan komunikasi untuk Rutan Pondok Bambu. Ini sangat membantu sekali menurut saya,” kata Rika. (M Altaf Jauhar)
Leave a Reply